Langsung ke konten utama

Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat batch 2 oleh komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM

 

Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Batch 2 yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan pusat kegiatan di Masjid Baitur Rahman dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Bakti Sosial Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan, sebagai bentuk komitmen MANDHÂLÂ SÈNOM dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan.

Kegiatan ini diikuti oleh 46 relawan Komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM, 4 relawan dari Cahaya Ummat, serta didukung oleh 4 panitia lokal yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kegiatan bersih-bersih masjid, yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan. Setelah itu, MANDHÂLÂ SÈNOM menyalurkan perlengkapan masjid berupa Al-Qur’an, mukena, sajadah, serta lemari Al-Qur’an sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas keagamaan di Masjid Baiturrahman.

Pada siang hari, tepat pukul 13.00 WIB, kegiatan ini dilanjutkan dengan acara seremonial pembukaan yang dihadiri oleh Ketua komunitas Saudara Ach. Rofiqi S.Sos, Ketua Panitia Bakti Sosial Batch 2 saudara Moh. Safik Uddin, serta Takmir Masjid Baitur Rahman Ustad Badwi. Acara ini menjadi momen simbolis dari acara Bakti Sosial dengan tujuan penyaluran donasi untuk masjid, memberikan pengenalan kegiatan, penjelasan posko yang disediakan, serta ajang silaturahmi antara komunitas dengan masyarakat Desa Tanjung, tegas Ketua komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM. Ucapan terimakasih disampaikan oleh takmir masjid selaku tokoh masyarakat setempat atas terselenggaranya kegiatan ini dan meminta masyarakat agar dapat memanfaatkan fasilitas serta kegiatan yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya.


Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada masyarakat setempat dengan jumlah 50 orang penerima. Pembagian sembako ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mempererat hubungan sosial antar relawan dan warga desa. Setelah acara simbolis, kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh saudara Tono. Kemudian rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian baju layak pakai, cek kesehatan gratis, dan kegiatan belajar bersama di posko pendidikan. Kegiatan ini mendapatkan respon positif dan disambut dengan antusias oleh warga yang hadir.

Penyaluran baju layak pakai kepada warga setempat di sambut dengan antusias sekali, khususnya dari para ibu-ibu, yang terlihat sangat bersemangat dalam memilih pakaian yang masih layak digunakan. Penyaluran baju layak pakai ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat. Divisi kesehatan melaksanakan cek kesehatan gratis yang berkolaborasi dengan Cahaya Ummat. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan, cek asam urat, serta pemeriksaan kesehatan lainnya. Melalui layanan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri dan menerapkan pola hidup yang sehat.

Sementara itu, divisi pendidikan menyelenggarakan kegiatan belajar bersama anak-anak setempat untuk memberikan edukasi tentang profesi dengan mengangkat tema “Kelas inspirasi: Menjelajahi dunia profesi”. Kegiatan ini dikemas melalui metode belajar sambil bermain, mengenalkan jargon komunitas, ice breaking, materi pengenalan berbagai profesi, serta kuis berhadiah untuk meningkatkan semangat dan partisipasi anak-anak. Antusiasme anak-anak terlihat sangat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, terutama karena mereka dapat belajar sambil bermain. Kegiatan pendidikan ini ditutup dengan pemberian bingkisan kepada anak-anak sebagai bentuk apresiasi.

Secara keseluruhan, kegiatan bakti sosial batch 2 ini berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kepedulian sosial, semangat membantu, serta akses terhadap kesehatan dan pendidikan dapat terus tumbuh dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa sekitar.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEDUH ITU KAMU

  Chapter 1: Terperangkap Di hari minggu kala itu, niatku sederhana. Aku hanya ingin datang ke kegiatan review buku komunitasku di pusat kota. Seperti biasa, kami berkumpul tepat di bawah pepohonan yang sangat indah, teduh, dan selalu berhasil membuat siapa pun betah berlama-lama. Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun hingga terdengar seperti bisikan halus. Beberapa teman sudah duduk melingkar di atas tikar, buku-buku terbuka di pangkuan mereka. Aku datang tanpa ekspektasi apa pun, hanya ingin mendengar cerita-cerita baru dari halaman-halaman yang dibaca hari itu. Aku pernah melihatnya sebelumnya. Hanya sekilas, tidak sempat kuingat detailnya, hanya samar-samar tentang senyumnya. Namun membuatku bertanya-tanya, siapakah orang ini? Hari itu berbeda. Dia ada lagi, tapi duduk tepat di depanku. Untuk pertama kalinya, aku melihatnya dengan jelas. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun jatuh tepat di wajahnya. Ku lihat diam-diam,   ia tersenyum seseka...

Dia, Kakakku yang Hebat!

  “Di balik lelah yang tak pernah ia keluhkan, seorang kakak mengubah air mata adiknya menjadi senyuman.” Satu tahun berlalu, setelah siaran berita yang muncul di televisi berhasil merampas segenap canda tawa dalam keluarga kecil itu. Rutinitas berubah. Harapan pun kian bertambah. Tidak ada waktu untuk mengeluh, apalagi mengatakan, bahwa “Aku tidak sanggup. Aku ingin menyerah.” Kata-kata itu terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Inilah kenyataan. Inilah takdir yang harus Grissa terima, tanpa perlu pertanyaan siap atau tidaknya.  Grissa. Seorang Kakak dalam hidup keluarga kecil, yang setiap napasnya adalah harapan bagi Adik dan Neneknya. Peran ganda yang harus dipikulnya saat ini adalah sebuah kewajiban. Begitulah cara Grissa memaknainya.  Setiap hari saat hari terus berganti, ia harus bangun lebih awal dan pulang paling akhir. Ia harus belajar, itulah kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Ia juga harus bekerja, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang kakak yang...