Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Ruang Belajar Relawan Mandhala Senom Belajar Desain di Era AI: Saat Kreativitas Tetap Menjadi Kunci

Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti, termasuk bagi para relawan yang setiap hari berkontribusi melalui ide, karya, dan kreativitasnya. Berangkat dari semangat untuk terus berkembang, Mandhala Senom melalui Divisi Digital Creative Mandhala Senom (DCMS) mengadakan kegiatan Upgrading Design : Basic Design and How Utilize AI as Your Design Partner pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Toko Balada: Kopi dan Buku. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi relawan untuk memahami dasar-dasar desain sekaligus mengenal cara memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif. Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari anggota internal DCMS. Sebanyak 18 relawan Mandhala Senom turut mengikuti kegiatan ini, dengan 8 peserta berasal dari internal DCMS dan sisanya berasal dari berbagai divisi lain di Mandhala Senom. Sesi pertama disampaikan oleh Aisya yang membahas mengenai dasar-dasar desain. Materi diawali dengan penjelasan mengenai perbedaan antara seni dan ...

Camping Ceria Mandhala Senom: Belajar Terhubung Kembali dengan Alam

P ernahkah kalian berpikir kenapa kita harus kembali dan terhubung ke Alam? Belum lama ini Mandhala senom kembali mengadakan moment keakraban dan membangun hubungan yang lebih intens dengan sesama relawan lain dalam kegiatan camping. Mandhala Senom mengadakan camping di salah satu puncak tinggi di Madura, lebih tepatnya di daerah Waru, Pamekasan. Relawan melakukan kegiatan bersama-sama mulai dari pendakian, membangun tenda, memasak bersama, saling berbagi cerita di dekat api unggun dan menunggu matahari terbit.  Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat seperti jalan-jalan biasa. Namun, setelah dijalani, ada satu hal yang cukup terasa: ternyata kita memang butuh waktu untuk kembali dekat dengan alam. Mungkin tidak banyak orang sadar bahwa aktivitas sehari-hari bertemu banyak orang, melakukan berbagai tugas, bermain media sosial, tertekan dengan banyak target hidup membuat kita sering kali kewalahan menghadapi kehidupan serta rentan sekali mengalami stres. Camping ini membantu kita kemb...

Ruang Aman untuk Bertumbuh: Mengapa Kita Perlu Berhenti Menjadi "Polisi Bahasa”

Pasti sudah tidak asing, dan mungkin bukan hanya penulis yang pernah mengalami hal ini. Sering sekali seseorang ditegur oleh orang lain atau teman karena salah menyebutkan kosakata dalam bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Hal yang paling sering dijumpai  adanya “polisi grammar” dan “polisi pronunciation”.  Misalnya , pengucapan kata beat sama bit yang dari susunan hurufnya saja hampir mirip, atau semisal ada merek yang bacaannya dalam serapan bahasa asing tapi dilafalkan dengan lafal Indonesia. Menurutku, sebagai orang Indonesia yang dari kecil terbiasa dengan bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah sebagai bahasa utama,  lidah keseleo saat mengucapkan kata-kata tertentu itu hal yang wajar. Kadang seseorang sebenarnya sudah sadar kalau dia salah mengucapkan sebuah kata, tapi belum sempat memperbaiki, tiba-tiba sudah dibombardir koreksi dari berbagai arah. Yang menjadi problem sebenarnya bukan koreksinya, tapi bagaimana cara orang tersebut mengoreksi atau mengkritik y...

Meneladani Kisah Umar bin Khattab Terhadap Kepemimpinan Amr bin Ash

  Halo-halo, ketemu lagi dengan saya Nouval. Hem, akhir-akhir ini saya sering merenung terhadap kondisi negara, komunitas, keluarga, maupun teman-teman dekat saya. Diantara mereka, pasti ada sosok yang dirasa pantas untuk menjadi pemimpin karena bijak, pandai, dan berwibawa. Eits, tapi meski begitu kadang ada orang yang tidak suka dengannya bahkan sampai melakukan tindakan tidak terpuji misalkan bertengkar atau bahkan menyebarkan fitnah. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada loh salah satu kisah yang sangat luar biasa maknanya dan harus kita teladani agar terhindar dari tindakan tidak terpuji tersebut. Kisah ini melibatkan Umar bin Khattab dengan Amr bin Ash. Yuk disimak tulisan ini 🙂 . Amr bin Ash, sahabat nabi yang baru masuk islam Pada saat itu, umat Islam akan berperang dengan salah satu suku Arab yang pada dasarnya akan menyerang Madinah. Rasulullah SAW membentuk pasukan yang didalamnya terdapat beberapa sahabat lain seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali ...