Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Ambulanku

  Manakala kebanyakan orang sudah tertidur lelap, bapak sopir masih berkutat dengan pekerjaannya yang belum selesai itu. Terlebih yang diantar adalah orang yang sudah tiada. Benar. Dia adalah sopir ambulan. Orang yang sering terlibat dalam hal-hal darurat. Korban kecelakaan, pasien kritis, bahkan mengantar jenazah. Malam itu dia mendapat tugas mengantar jenazah ke rumah keluarganya. Karena rekan kerja berhalangan hari itu, dan pihak keluarga yang entah mengapa tidak ikut mengantar. Terpaksalah ia menjadi satu-satunya orang yang menemani jenazah tersebut. Dibilang takut, tentu saja iya. Tapi, karena ini bukan pertama kalinya berdua dengan jenazah, rasa takut sudah hampir tidak ada. Ditambah ini memang tuntutan pekerjaannya. Tidak seperti biasanya, di hari itu ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang janggal. Hal-hal berbau mistis tersebut sudah menjadi makanannya sehari-hari. Contohnya seperti saat ini, ketika dia tiba-tiba mencium bau bunga melati dan mendengar suara seseorang me...

Novel Damar Kambang Angkat Tradisi dan Realitas Sosial Masyarakat Madura.

  Pamekasan | Setelah sukses pada acara kelas intensif kepenulisan Agustus kemarin, Mandhâlâ Sènom kembali gelar kegiatan lanjutannya bertajuk “Kilas budaya: Bedah buku  Damar Kambang karya Muna Masyari”. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Ronggosukowati pada Minggu (13/09) kemarin dan dihadiri 82 peserta dari berbagai kalangan. Pembahasan bedah buku berlangsung sejak pukul 08.00 hingga sekitar pukul 11.30 dengan rangkaian acara dimulai dari pemaparan penulis, ulasan dari dua pengulas, serta sesi diskusi bersama peserta. Dengan mengusung tema “Tirai Kusam Tradisi Pernikahan Madura dalam Perspektif Sastra”, Novel Damar Kambang menjadi pilihan untuk dibahas pada bedah buku kali ini, mengingat novel ini menjadikan tradisi sebagai bagian yang menjadi ruh di dalamnya, tidak hanya sebagai cerita dalam bentuk tulisan. Dalam pemaparannya, penulis menjelaskan Damar Kambang berarti lampu yang mengambang dan menjadi simbol harapan dalam kehidupan pernikahan. Tradisi tersebut pernah hidu...

Cara Menjadi Seorang Penulis

" Menulis bukan hanya soal memiliki ide , tetapi bagaimana mengembangkan ide tersebut menjadi cerita yang menarik, ” ujar Erika Octaviani P.A. Pernyataan tersebut sukses mengundang banyaknya tanggapan dari para teman-teman relawan yang hadir dalam kegiatan tersebut.      Kegiatan ini adalah program rutinan setiap minggu yang dikenal dengan TBM Mandhâlâ sènom. Namun yang menarik kali ini, karena dikemas dengan nama ‘Tiba-tiba Membahas’ yang topiknya adalah bagaimana menjadi seorang penulis oleh Erika Octaviani P.A. Menulis bagi sebagian orang menjadi rutinitas harian, bagi sebagian yang lain menjadi hal sulit untuk dilakukan. Kata ‘menulis’ dapat menjadi sebuah kata kerja yang paling membosankan bagi sebagian orang. Dan menarik bagi sebagian lainnya. Menulis juga dapat menjadi sebuah cara untuk healing , menuangkan pikiran, menjadi journal atau bahkan menjadi suatu pekerjaan. Mungkin kita harus mengenal lebih jauh tentang menulis. Kita mulai dengan “Bagaimana menuli...