Langsung ke konten utama

Cara Menjadi Seorang Penulis

 Menulis bukan hanya soal memiliki ide, tetapi bagaimana mengembangkan ide tersebut menjadi cerita yang menarik,” ujar Erika Octaviani P.A. Pernyataan tersebut sukses mengundang banyaknya tanggapan dari para teman-teman relawan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini adalah program rutinan setiap minggu yang dikenal dengan TBM Mandhâlâ sènom. Namun yang menarik kali ini, karena dikemas dengan nama ‘Tiba-tiba Membahas’ yang topiknya adalah bagaimana menjadi seorang penulis oleh Erika Octaviani P.A. Menulis bagi sebagian orang menjadi rutinitas harian, bagi sebagian yang lain menjadi hal sulit untuk dilakukan. Kata ‘menulis’ dapat menjadi sebuah kata kerja yang paling membosankan bagi sebagian orang. Dan menarik bagi sebagian lainnya. Menulis juga dapat menjadi sebuah cara untuk healing, menuangkan pikiran, menjadi journal atau bahkan menjadi suatu pekerjaan. Mungkin kita harus mengenal lebih jauh tentang menulis. Kita mulai dengan “Bagaimana menulis bisa bermanfaat bagi kita?”

Menulis itu bukan hanya sekadar menghasilkan karya, tapi juga melatih cara berpikir. How could it be? Pertama, menulis memaksa kita menyusun gagasan agar runtut dan masuk akal. Kedua, kita belajar melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dan mengubah hal sederhana menjadi sebuah cerita. Ketiga, hal-hal yang sulit disampaikan secara lisan kadang justru lebih mudah dituangkan melalui tulisan. Keempat, menulis belajar memilih kata, menyusun kalimat, dan menyampaikan pesan agar mudah dipahami pembaca. Kelima, ide yang awalnya hanya ada di kepala bisa berubah menjadi cerita, artikel, buku, atau karya yang bisa dibaca orang lain. Yang terakhir tentunya dengan menulis, tulisan memungkinkan gagasan dan pengalaman seseorang tetap dapat dibaca bahkan setelah waktu berlalu. 

“Jadi bagaimana menjadi seorang penulis?”

Terdapat 2 hal penting yang harus dilakukan sebelum menjadi seorang penulis. Tentu saja MEMBACA dan RAJIN MENULIS. Karena penulis yang baik biasanya adalah pembaca yang baik . Kita dapat memperkaya kosa kata dan gaya bahasa, menemukan berbagai cara bercerita, memahanmi karakter dan konflik, membangun struktur cerita yang apik dan lain sebagainya. Membaca juga membuat kita punya bahan bakar untuk menulis. Semakin banyak hal yang kita baca dan amati, semakin banyak kemungkinan yang bisa kita olah menjadi sebuah gagasan. Menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari impian menjadi seorang penulis. Dalam hal ini, konsistensi menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.



“Lalu mengapa harus rajin menulis?”

Kita tidak langsung menjadi penulis yang bagus hanya karena memiliki banyak ide. Menulis adalah keterampilan yang berkembang dari latihan dan kebiasaan. Bahkan tulisan pertama kita tidak harus bagus. Justru dari tulisan yang masih berantakan itulah kemampuan menulis berkembang. Dari rajin menulis kita belajar mengubah ide menjadi sebuah tulisan, menyusun kalimat dan paragraf, membangun alur, menemukan gaya tulisan kita sendiri dan lain sebagainya. Jadi, menjadi penulis bukan hanya sekadar mempunyai bakat menulis, tetapi membangun kebiasaan membaca, mengamati, menulis dan terus memperbaiki tulisan.

Selanjutnya agar tulisan dapat berkembang dan menjadi tulisan yang baik, terdapat langkah-langkah dalam menulis : 

  1. Menemukan ide

Ide dapat ditemukan di mana-mana, dapat berasal dari pengalaman, lingkungan, buku, film, diskusi dan lain sebagainya. Kita hanya perlu peka sebelum menjemput ide-ide tersebut.

  1. Membuat kerangka berpikir

Kerangka berpikir itu seperti peta, pedoman ataupun panduan sebelum kita mulai menulis. Menyusun dan menghubungkan ide-ide secara runtut supaya kita tau apa yang ingin kita bahas dan bagaimana ide-ide itu saling terhubung. Dengan membuat kerangka berpikir, akan meminimalisir adanya kehilangan arah dalam menulis. Kita bisa memulainya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti,“aku mau mulai dari mana?, lalu mau membahas apa?, kemudian kesimpulan seperti apa yang ingin disampaikan kepada pembaca?”

  1. Melakukan riset

Riset penting karena penulis tidak selalu menulis tentang sesuatu yang sudah ia ketahui. Riset menjadi proses mencari, mengumpulkan, memeriksa, dan memahami informasi untuk mendapatkan pengetahuan. Dan yang menarik, riset bisa menjadi sumber ide. Kadang kita awalnya melakukan riset untuk menulis satu cerita, tetapi justru menemukan fakta menarik yang memunculkan cerita baru.

  1. Jangan membatasi tulisan

Tidak membatasi tulisan bukan berarti menulis tanpa aturan. Artinya jangan terlalu membatasi ide dan kreativitas ketika ketika sedang menuangkan ide dalam tulisan.  Karena ide sering muncul tanpa diduga. Kita perlu mengingat bahwa tulisan pertama kita tidak selalu sempurna dan kreativitas membutuhkan ruang. 

  1. Membangun konflik

Konflik menjadi mesin penggerak dalam sebuah cerita. Dengan adanya konflik sebuah karakter dalam sebuah cerita menjadi hidup dan alur menjadi lebih menarik. Konflik membuat tokoh harus memilih, bertindak, mengalami kegagalan, berubah, atau belajar sesuatu. Dari konflik pula biasanya muncul perkembangan plot dan karakter.

  1. Menentukan ending

Bagian ending menjadi pukulan terakhir seorang penulis untuk menunjukkan bagaimana perjalanan sebuah cerita akan berakhir. Ending cerita tidak harus berakhir bahagia, juga dapat berupa sad ending, open ending dan twist ending. 

  1. Editing

Setelah tulisan selesai, tulisan perlu dibaca dan diperbaiki kembali. Lalu dapat dipublikasikan agar dibaca orang lain. Dengan mempublikasikan tulisan, hal itu dapat menjadi proses belajar untuk mengambangkan tulisan melalui respon, kritik dan masukan dari para pembaca. 

Setiap orang mungkin memiliki ide, tetapi tidak semua orang mau mengolahnya. Menjadi penulis berarti belajar mengubah ide menjadi cerita melalui proses membaca, berpikir, meriset, menulis, memperbaiki, dan berani membagikan karya kepada pembaca.

By: Hsnl.journal | Relawan MS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEDUH ITU KAMU

  Chapter 1: Terperangkap Di hari minggu kala itu, niatku sederhana. Aku hanya ingin datang ke kegiatan review buku komunitasku di pusat kota. Seperti biasa, kami berkumpul tepat di bawah pepohonan yang sangat indah, teduh, dan selalu berhasil membuat siapa pun betah berlama-lama. Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun hingga terdengar seperti bisikan halus. Beberapa teman sudah duduk melingkar di atas tikar, buku-buku terbuka di pangkuan mereka. Aku datang tanpa ekspektasi apa pun, hanya ingin mendengar cerita-cerita baru dari halaman-halaman yang dibaca hari itu. Aku pernah melihatnya sebelumnya. Hanya sekilas, tidak sempat kuingat detailnya, hanya samar-samar tentang senyumnya. Namun membuatku bertanya-tanya, siapakah orang ini? Hari itu berbeda. Dia ada lagi, tapi duduk tepat di depanku. Untuk pertama kalinya, aku melihatnya dengan jelas. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun jatuh tepat di wajahnya. Ku lihat diam-diam,   ia tersenyum seseka...

Dia, Kakakku yang Hebat!

  “Di balik lelah yang tak pernah ia keluhkan, seorang kakak mengubah air mata adiknya menjadi senyuman.” Satu tahun berlalu, setelah siaran berita yang muncul di televisi berhasil merampas segenap canda tawa dalam keluarga kecil itu. Rutinitas berubah. Harapan pun kian bertambah. Tidak ada waktu untuk mengeluh, apalagi mengatakan, bahwa “Aku tidak sanggup. Aku ingin menyerah.” Kata-kata itu terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Inilah kenyataan. Inilah takdir yang harus Grissa terima, tanpa perlu pertanyaan siap atau tidaknya.  Grissa. Seorang Kakak dalam hidup keluarga kecil, yang setiap napasnya adalah harapan bagi Adik dan Neneknya. Peran ganda yang harus dipikulnya saat ini adalah sebuah kewajiban. Begitulah cara Grissa memaknainya.  Setiap hari saat hari terus berganti, ia harus bangun lebih awal dan pulang paling akhir. Ia harus belajar, itulah kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Ia juga harus bekerja, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang kakak yang...

Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat batch 2 oleh komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM

  Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Batch 2 yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan pusat kegiatan di Masjid Baitur Rahman dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Bakti Sosial Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan, sebagai bentuk komitmen MANDHÂLÂ SÈNOM dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh 46 relawan Komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM, 4 relawan dari Cahaya Ummat, serta didukung oleh 4 panitia lokal yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kegiatan bersih-bersih masjid, yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan. Setelah itu, M...