Langsung ke konten utama

Ambulanku

 Manakala kebanyakan orang sudah tertidur lelap, bapak sopir masih berkutat dengan pekerjaannya yang belum selesai itu. Terlebih yang diantar adalah orang yang sudah tiada.

Benar.

Dia adalah sopir ambulan. Orang yang sering terlibat dalam hal-hal darurat. Korban kecelakaan, pasien kritis, bahkan mengantar jenazah. Malam itu dia mendapat tugas mengantar jenazah ke rumah keluarganya. Karena rekan kerja berhalangan hari itu, dan pihak keluarga yang entah mengapa tidak ikut mengantar. Terpaksalah ia menjadi satu-satunya orang yang menemani jenazah tersebut. Dibilang takut, tentu saja iya. Tapi, karena ini bukan pertama kalinya berdua dengan jenazah, rasa takut sudah hampir tidak ada. Ditambah ini memang tuntutan pekerjaannya.

Tidak seperti biasanya, di hari itu ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang janggal. Hal-hal berbau mistis tersebut sudah menjadi makanannya sehari-hari. Contohnya seperti saat ini, ketika dia tiba-tiba mencium bau bunga melati dan mendengar suara seseorang memanggil dirinya. Dia anggap semuanya sebagai efek tubuh yang kelelahan. Sebagai orang yang menolak keras logika mistika, dia mengabaikan semua itu.

Tangg, Tanngg

Krosanggg 

Krosannggg

KERANDA ITU BERGERAK.

Dengan logika penalaran yang sudah dirinya asah, mungkin saja pergerakan itu dipicu oleh gerakan yang tidak disadari oleh indra, misalnya jalan berlubang atau mungkin saat tikungan. Namun sayangnya, penafsiran itu tidak berguna, karena jalan yang ia lalui lurus tanpa belokan serta tanpa lubang.

Bulu kuduknya mulai berdiri. Keheningan mulai menyelimuti suasana malam itu, sambil berfikir keras bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi. Keranda yang bergerak tanpa pemicu. Bukan sekadar bunyi gesekan. Seperti ada orang yang menggerakkannya secara kasar.

Puncaknya, ketika sudah menepi dan mematikan mesin mobil dengan anggapan suara keranda akan berhenti. Dia tertegun tak percaya. Yang terjadi malah sebaliknya, keranda itu tetap bergerak. Ketika segala kemungkinan logika sudah habis, hanya satu kesimpulan yang tersisa yang menggerakkan keranda adalah SOSOK GAIB.


Referensi Kisah Nyata: https://vt.tiktok.com/ZSXrUXFgH/

By: Farid | Relawan MS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEDUH ITU KAMU

  Chapter 1: Terperangkap Di hari minggu kala itu, niatku sederhana. Aku hanya ingin datang ke kegiatan review buku komunitasku di pusat kota. Seperti biasa, kami berkumpul tepat di bawah pepohonan yang sangat indah, teduh, dan selalu berhasil membuat siapa pun betah berlama-lama. Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun hingga terdengar seperti bisikan halus. Beberapa teman sudah duduk melingkar di atas tikar, buku-buku terbuka di pangkuan mereka. Aku datang tanpa ekspektasi apa pun, hanya ingin mendengar cerita-cerita baru dari halaman-halaman yang dibaca hari itu. Aku pernah melihatnya sebelumnya. Hanya sekilas, tidak sempat kuingat detailnya, hanya samar-samar tentang senyumnya. Namun membuatku bertanya-tanya, siapakah orang ini? Hari itu berbeda. Dia ada lagi, tapi duduk tepat di depanku. Untuk pertama kalinya, aku melihatnya dengan jelas. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun jatuh tepat di wajahnya. Ku lihat diam-diam,   ia tersenyum seseka...

Dia, Kakakku yang Hebat!

  “Di balik lelah yang tak pernah ia keluhkan, seorang kakak mengubah air mata adiknya menjadi senyuman.” Satu tahun berlalu, setelah siaran berita yang muncul di televisi berhasil merampas segenap canda tawa dalam keluarga kecil itu. Rutinitas berubah. Harapan pun kian bertambah. Tidak ada waktu untuk mengeluh, apalagi mengatakan, bahwa “Aku tidak sanggup. Aku ingin menyerah.” Kata-kata itu terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Inilah kenyataan. Inilah takdir yang harus Grissa terima, tanpa perlu pertanyaan siap atau tidaknya.  Grissa. Seorang Kakak dalam hidup keluarga kecil, yang setiap napasnya adalah harapan bagi Adik dan Neneknya. Peran ganda yang harus dipikulnya saat ini adalah sebuah kewajiban. Begitulah cara Grissa memaknainya.  Setiap hari saat hari terus berganti, ia harus bangun lebih awal dan pulang paling akhir. Ia harus belajar, itulah kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Ia juga harus bekerja, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang kakak yang...

Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat batch 2 oleh komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM

  Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Batch 2 yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan pusat kegiatan di Masjid Baitur Rahman dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Bakti Sosial Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan, sebagai bentuk komitmen MANDHÂLÂ SÈNOM dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh 46 relawan Komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM, 4 relawan dari Cahaya Ummat, serta didukung oleh 4 panitia lokal yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kegiatan bersih-bersih masjid, yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan. Setelah itu, M...