Teman-teman pasti sudah sering mendengar atau mungkin baca tentang kedua hal tersebut. Generalis berarti dia yang menguasai skill umum tapi tidak sampai mendalam, sedangkan spesialis berarti dia yang menguasai skill tertentu dan ahli sampai mendalam. Kali ini, penulis coba break down hal tersebut yang tentunya berdasarkan opini dan pengalaman yang penulis alami. Halo, namaku Nouval sebagai salah satu relawan Mandhala Senom yang saat ini aktif tergabung dalam divisi pendidikan dan Taman Baca Masyarakat (TBM).
Dunia punya berbagai masalah teman-teman yang mengharuskan kita untuk harus adaptif. Kemampuan survival mutlak harus diperlukan karena Pak Darwin dalam bukunya ”The Origin of Species” bilang bahwa ”…yang paling bisa menyesuaikan dirilah yang sanggup bertahan hidup” sehingga kita perlu banyak tau terhadap berbagai masalah di dunia beserta cara untuk menyelesaikannya. Disinilah pola pikir seorang generalis diperlukan. Penulis berpendapat, kemampuan matematika dasar dan literasi itu modal utama kita saat ini. Paling nggak sampai tahap tingkatan SMA harus kita kuasai. Ilmu-ilmu lainnya pun untuk level yang sama seperti ekonomi, sosiologi, sejarah, dsb juga tak kalah penting. Hal itu agar kita dapat memiliki pandangan yang komprehensif bagaimana dunia bekerja.
Selain
itu, kemampuan hardskill dan analisis lapangan sangat kita gunakan.
Misalkan, laptop teman-teman tiba-tiba nggak bisa hidup, tentunya nggak sedikit
yang panik sehingga pada akhirnya bawa laptopnya ke kang servis. Kebayang nggak
tuh bakal habis berapa atau paling nggak ya mesti beli baru😅. Dengan demikian generalis bisa dijadikan
aset teman-teman agar menghemat pengeluaran ditengah kondisi ekonomi saat ini.
Lantas spesialis
nggak guna? Eits, ngak gitu dong. Spesialis diperlukan sebagai ciri khas kita
yang membedakan diri dengan orang lain. Singkatnya, apa yang teman-teman sukai
dalam hidup atau pilihan teman-teman dalam menentukan jurusan kuliah punya
peran disini. Idealnya, spesialis bisa dikatakan sebagai apa yang membuat
teman-teman jatuh cinta terhadapnya. Seakan-akan teman-teman ngomong ke diri
sendiri ”wah, gila, seru-seru bagian ini. Harusnya kalo aku ngerjain part ini
bakal… dst”. Teman-teman rela ngelakuin itu meski nggak tidur karena saking
cintanya. Hehehe, lebay nggak ya? Tapi itulah yang penulis rasakan. Bidang
itulah teman-teman terus pupuk agar bisa menghasilkan uang atau setidaknya bisa
menjadi cara untuk dapatin rasa kebahagian.
Sekarang, balik lagi ke judul tulisan ini. Emang pentingkah? Penting sebagai acuan kita dalam pivoting hidup. Penulis berpendapat jika hanya spesialis ya bakal susah buat bisa survive di kehidupan sedangkan jika hanya jadi generalis kurang ada ciri khas yang nge-bedain teman-teman dengan orang lain. Lantas adakah saran agar saya bisa menjadi seorang generalis? Ada dong yaitu dengan tanamkan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap suatu hal. Ini bisa didapat kalo teman-teman ngerti konsep dasar dari suatu subjek atau keuntungan apa yang bakal didapetin jika nguasain skill tersebut. Oleh karena itu, jangan sungkan buat bertanya ke banyak orang dan memperbanyak relasi yang salah satunya bergabung ke Mandhala Senom 😎.
Buat teman-teman yang masih nggak nemu
atau struggle untuk menjadi seorang spesialis, coba renugin kalo bisa
sambil nge-mil santai gitu, skill apa yang saat ini dibutuhin di dunia kerja
atau subjek apa yang teman-teman sukai. Bisa dari mata pelajaran pas disekolah
dulu atau karena motivasi dari orang yang disukai, hehehehe😍.
So… itulah
opini pribadi penulis. Menurut
teman-teman bagaimana? Bisa tulis di kolom komentar, story instagram dengan tag
ig mandhala senom, atau agendakan ngopi dengan penulis. Sampai jumpa ditulisan
lainnya😇.
Share pendapat kalian di komentar dong guys!!
Oleh: Kak Nouval | Relawan MS

Komentar
Posting Komentar