Langsung ke konten utama

Ajaibnya Al-Qur’an tak perlu di ragukan

 


Allah maha baik, baik sekali. Baiknya sampai tidak cukup didefinisikan dengan kata-kata yang indah. Dzat-dzatnya yang mulia, dikemas dengan Asma’ul Husna. Jumlah Asma’ul Husna ialah 99 dan memiliki makna mulia semuanya. Sebenarnya, nama-nama terbaik tersebut tidak hanya 99, namun Allah memperkenalkan Asma’ul Husna melalui Al-Qur’an dengan jumlah 99.


Kita tahu Al-Qur’an sebagai pedoman umat Muslim. Tepat pada malam 17 Ramadan 13 tahun sebelum Hijriyah (610 Masehi) di Gua Hira, Al-Qur’an diturunkan ke bumi melalui perantara malaikat Jibril. Menjadi mukjizat Nabi akhir, Nabi Muhammad SAW. memiliki jumlah sebanyak 30 juz, 114 surah dan 6.236 ayat (mengikuti riwayat Kuffah) dikumpulkan hingga menjadi lembaran-lembaran mushaf. Turunnya ayat yang berangsur-angsur selama 23 tahun, tepatnya di kota Mekah dan kota Madinah, yang menjadi tempat ibadah umat Muslim dunia yang sangat indah.


Penulis bukan penghafal Al-Qur’an, apalagi menjadi ahlul Qur’an. Penulis masih jauh dari kata itu semua. Namun, penulis merasakan dahsyatnya keajaiban Al-Qur’an. Allah selalu memberikan keajaibannya saat kita memuliakan Al-Qur’an. Saat kembali terhanyut dalam bacaan-bacaan, terhanyut dengan makna-maknanya yang indah walaupun masih dibaca dengan ejaan. Sudah banyak sekali pertolongan yang Allah kasih kepada kita lewat barokahnya Al-Qur’an. Saat sedih, terpuruk, bingung, dan persoalan lainnya, lalu kita kembali membuka dan membaca Al-Qur’an, ketenangan datang dan hal-hal baik pun menghampiri. 


Sepahit-pahitnya hidup kalian, jika kalian tetap istiqamah membuka, membaca dan memuliakan Al-Qur’an, Allah akan selalu menunjukkan jalan. Allah maha baik, Allah selalu memberikan kesempatan kepada hambanya dari hal-hal yang tidak pernah dibayangkan. Allah datangkan ketenangan, rezeki yang cukup, masalah yang terselesaikan, dan Allah akan selalu menghadirkan kebaikan-kebaikan lainnya kepada orang yang selalu bersama Al-Qur’an.


Allah akan memberikan kebahagiaan kepada hambanya yang selalu menjaga dan memuliakan Al-Qur’an, dan Al-Qur’an juga akan selalu menjaga hambanya di dunia dan akhirat. Do'akan saja penulis selalu istiqamah dengan lembaran-lembaran mushaf Al-Qur’annya, juga teman-teman sekalian yang membacanya. Semoga kita semua senantiasa diberikan keberkahan dalam setiap huruf Al-Qur’an yang kita baca. Barakallahu-fikum.



By: Relawan MS🌻


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEDUH ITU KAMU

  Chapter 1: Terperangkap Di hari minggu kala itu, niatku sederhana. Aku hanya ingin datang ke kegiatan review buku komunitasku di pusat kota. Seperti biasa, kami berkumpul tepat di bawah pepohonan yang sangat indah, teduh, dan selalu berhasil membuat siapa pun betah berlama-lama. Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun hingga terdengar seperti bisikan halus. Beberapa teman sudah duduk melingkar di atas tikar, buku-buku terbuka di pangkuan mereka. Aku datang tanpa ekspektasi apa pun, hanya ingin mendengar cerita-cerita baru dari halaman-halaman yang dibaca hari itu. Aku pernah melihatnya sebelumnya. Hanya sekilas, tidak sempat kuingat detailnya, hanya samar-samar tentang senyumnya. Namun membuatku bertanya-tanya, siapakah orang ini? Hari itu berbeda. Dia ada lagi, tapi duduk tepat di depanku. Untuk pertama kalinya, aku melihatnya dengan jelas. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun jatuh tepat di wajahnya. Ku lihat diam-diam,   ia tersenyum seseka...

Dia, Kakakku yang Hebat!

  “Di balik lelah yang tak pernah ia keluhkan, seorang kakak mengubah air mata adiknya menjadi senyuman.” Satu tahun berlalu, setelah siaran berita yang muncul di televisi berhasil merampas segenap canda tawa dalam keluarga kecil itu. Rutinitas berubah. Harapan pun kian bertambah. Tidak ada waktu untuk mengeluh, apalagi mengatakan, bahwa “Aku tidak sanggup. Aku ingin menyerah.” Kata-kata itu terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Inilah kenyataan. Inilah takdir yang harus Grissa terima, tanpa perlu pertanyaan siap atau tidaknya.  Grissa. Seorang Kakak dalam hidup keluarga kecil, yang setiap napasnya adalah harapan bagi Adik dan Neneknya. Peran ganda yang harus dipikulnya saat ini adalah sebuah kewajiban. Begitulah cara Grissa memaknainya.  Setiap hari saat hari terus berganti, ia harus bangun lebih awal dan pulang paling akhir. Ia harus belajar, itulah kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Ia juga harus bekerja, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang kakak yang...

Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat batch 2 oleh komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM

  Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Batch 2 yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan pusat kegiatan di Masjid Baitur Rahman dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Bakti Sosial Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan, sebagai bentuk komitmen MANDHÂLÂ SÈNOM dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh 46 relawan Komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM, 4 relawan dari Cahaya Ummat, serta didukung oleh 4 panitia lokal yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kegiatan bersih-bersih masjid, yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan. Setelah itu, M...