Langsung ke konten utama

“Gathering Inspiratif Relawan Mandhala Senom”




Setiap kilometer yang kita jalani, ada kebaikan yang mengikuti.

Tepat pada Jumat malam, 24 April 2026 pukul 23.00 WIB, komunitas relawan Mandhâlâ Sènom memulai perjalanan dari Kabupaten Pamekasan menuju Kota Malang dalam rangka mengikuti kegiatan Gathering Relawan. Suasana malam yang panjang terasa begitu syahdu, menyelimuti perjalanan dengan nuansa kebersamaan dan kebahagiaan. Menjelang dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, rombongan akhirnya tiba di lokasi tujuan. Sorot mata para relawan menatap dengan penuh binar, mencerminkan semangat kerelawanan yang tetap menyala, bahkan di tengah dinginnya udara Kota Malang.

Kegiatan pertama diawali dengan agenda Sambang Komunitas yang diselenggarakan di Gedung Malang Creative Center (MCC), berlokasi di Jl. Ahmad Yani No.53, Blimbing, Kota Malang. Gedung itu berdiri megah dengan posisi strategis yang mudah dijangkau, serta hadir sebagai wadah kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Di gedung inilah, dua komunitas bertemu dan saling berinteraksi, menyampaikan suara-suara mereka, berbagai ide atau gagasan, dan memperkuat kebersamaan. Kedua komunitas itu adalah Mandhâlâ Sènom dan Ketimbang Ngemis Malang.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sambutan, perkenalan dan penyampaian konsep dari komunitas masing-masing. Berdasarkan informasi , Komunitas Ketimbang Ngemis Malang resmi terbentuk pada 16 Juni 2015 yang bergerak di bidang sosial dengan harapan dapat mengurangi jumlah pengemis, khususnya di wilayah Kota Malang. Sedangkan Komunitas Mandhâlâ Sènom resmi terbentuk pada tanggal 15 Februari 2015, bergerak di bidang pendidikan, sosial, literasi, dan digital creative. Kedua komunitas ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa dan sangat menginspirasi!

Menyoroti perbedaan bidang tersebut menjadi hal yang menarik untuk menjadi kajian dalam sesi FGD (Focus Group Discussion). Setiap anggota komunitas dari kedua belah pihak saling bertuakar pendapat. Kedua komunitas ini berbagi ilmu dan pengalaman yang akan berdampak baik untuk kedua komunitas secara berkelanjutan. Sesi ini berlangsung dengan sukses, semua anggota terlibat aktif dan mampu menjadi pendengar yang baik. Topik yang dibahas mencakup: program kerja serta manajemen dari Komunitas Mandhâlâ Sènom dan Ketimbang Ngemis Malang.

Antusiasme peserta turut tercermin dari berbagai tanggapan yang disampaikan. “Kegiatannya seru banget, apalagi saya dan relawan lainnya bisa mendapatkan insight tentang pengelolaan program kerja komunitas yang disambangi,” ujar Moh. Nouvaldy, salah satu relawan Mandhâlâ Sènom. Hal senada juga disampaikan oleh Qonita, relawan Mandhâlâ Sènom, yang mengungkapkan, “Ternyata seseru itu sambang komunitas. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian di dalamnya dan dapat belajar banyak hal bersama Komunitas Ketimbang Ngemis Malang.”

Hal menarik lainnya, pastilah tidak berhenti sampai di sesi tersebut. Rangkaian kegiatan selanjutnya ialah sesi game. Semua relawan terhibur dan mengikuti permainan dengan baik sesuai arahan dari MC. Bahkan saking serunya, suara tawa mereka mampu menepis sekat-sekat hingga solidaritas itu semakin kuat tercipta. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada Komunitas Ketimbang Ngemis Malang yang diserahkan oleh Ach. Rofiqi selaku Ketua Mandhâlâ Sènom periode 2021–2026.

Setelah sesi penyerahan cinderamata, kedua komunitas yang sangat menginspirasi ini melakukan kegiatan foto bersama. Dua komunitas relawan yang lahir dengan latar belakang berbeda, di dua tempat yang berbeda, bidang yang berbeda, namun dengan satu alasan saja mereka bisa bersatu dengan kokoh, yakni membawa perubahan dan kebaikan.

Keseruan para relawan Mandhâlâ Sènom tentunya masih terus berlanjut. Setelah kegiatan sambang komunitas selesai dilaksanakan, para relawan beranjak menuju lokasi berikutnya, yaitu sebuah villa yang berlokasi di Jl. Abdul Gani Atas IV, Kecamatan Ngaglik, Kota Batu.

Pada hari yang sama, sebuah momen untuk mengukir sejarah baru dimulai, yaitu pergantian kepengurusan sekaligus pelantikan komunitas. Kegiatan berlangsung sore hari yang diikuti oleh semua relawan Mandhâlâ Sènom. Pergantian kepengurusan Komunitas Mandhâlâ Sènom merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam rangka menjaga keberlanjutan program kerja kedepan.





 

Perjuangan kepengurusan sebelumnya merupakan perjalanan yang luar biasa. Selama lima tahun, amanah tersebut mereka emban dengan penuh tanggung jawab dan semangat yang konsisten. Dedikasi yang telah diberikan tentu meninggalkan jejak mendalam di hati seluruh relawan. Oleh karena itu, pergantian kepengurusan ini tidak hanya menjadi bagian dari dinamika organisasi, tetapi juga momentum untuk memberikan apresiasi atas kontribusi para pengurus sebelumnya, sekaligus melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat baru demi membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Keseruan kegiatan pun terus berlanjut pada hari berikutnya. Tepat pada Minggu, 26 April 2026 pukul 05.30 WIB, para relawan mengikuti kegiatan outbound yang diisi dengan berbagai permainan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan, membangun kepercayaan, serta meningkatkan kerja sama tim di antara para relawan. 

            Kegiatan permainan berlangsung dengan meriah dan penuh antusiasme dari para relawan. Salah satu permainan yang dilakukan adalah pelafalan angka 1 hingga 10 secara bergantian. Dalam permainan ini, peserta yang secara bersamaan menyebut angka yang sama harus menerima hukuman berupa joget. Aktivitas sederhana ini melatih ketanggapan, kepekaan terhadap situasi sekitar, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab ketika melakukan kesalahan.

            Selain itu, terdapat permainan lain yang tak kalah seru, yaitu membentuk kelompok secara cepat sesuai jumlah anggota yang diinstruksikan oleh MC yang terus berubah. Permainan ini menuntut konsentrasi, kecepatan berhitung, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Pada akhir sesi, peserta yang tereliminasi diberikan tantangan menarik, seperti menebak gerakan bertema profesi hingga menirukan suara karakter tertentu, misalnya Upin & Ipin.

Keseruan kegiatan outbound turut meninggalkan kesan mendalam bagi para relawan. “Outbound kemarin beneran pecah banget sih! Seru abis dan jujur bikin happy banget bisa ketawa lepas bareng teman-teman relawan. Rasanya momen seperti ini yang bikin kita makin solid. Kalau bisa, ke depannya durasinya ditambahin lagi ya, biar mood booster-nya makin maksimal,” ujar Afif Rayhan, relawan Mandhâlâ Sènom.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Nida, salah satu relawan lainnya. Ia mengungkapkan, “Asli seru banget! Gamenya benar-benar cocok untuk meningkatkan bonding antar relawan. Waktu bermain rasanya campur aduk, ada senang sekaligus panik saat menyelesaikan misi. Pokoknya the best!” Beragam ungkapan tersebut mencerminkan antusiasme dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari wajah para relawan, sekaligus menjadi bukti bahwa kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan di antara mereka. 

Dan inilah, satu kegiatan lanjutan yang akan menjadi pengantar kalian sebelum mengakhiri bacaan ini, yakni menikmati wisata di Kota Malang. Pada pukul 10.00 WIB, bus yang membawa rombongan relawan tiba di lokasi Taman Kemesraan. Suasana sejuk langsung menyambut kedatangan mereka. Di mana mata memandang, disitulah keindahan terlihat. Benar-benar memanjakan mata!

 

Pilihan yang tepat untuk mengunjungi Taman Kemesraan ini. Selain dapat melihat panorama yang indah dan mendamaikan hati, kata “kemesraan” itu sendiri rupanya mampu mempererat ikatan emosional antar relawan. Dengan ini, diharapkan dapat menciptakan rasa saling dukung dalam menjalankan program-program kerja Yayasan Mandhâlâ Sènom ke depannya. Semua kenangan yang tercipta, pastilah akan selalu hidup dan bermekaran di hati setiap relawan. Gathering ini bukan sekadar perjalanan, melainkan momentum memperkuat nilai kebersamaan, kolaborasi, dan semangat pengabdian yang akan terus hidup dalam setiap langkah relawan Mandhâlâ Sènom.

Oleh: Kak Erika | Relawan 
Mandhâlâ Sènom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEDUH ITU KAMU

  Chapter 1: Terperangkap Di hari minggu kala itu, niatku sederhana. Aku hanya ingin datang ke kegiatan review buku komunitasku di pusat kota. Seperti biasa, kami berkumpul tepat di bawah pepohonan yang sangat indah, teduh, dan selalu berhasil membuat siapa pun betah berlama-lama. Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun hingga terdengar seperti bisikan halus. Beberapa teman sudah duduk melingkar di atas tikar, buku-buku terbuka di pangkuan mereka. Aku datang tanpa ekspektasi apa pun, hanya ingin mendengar cerita-cerita baru dari halaman-halaman yang dibaca hari itu. Aku pernah melihatnya sebelumnya. Hanya sekilas, tidak sempat kuingat detailnya, hanya samar-samar tentang senyumnya. Namun membuatku bertanya-tanya, siapakah orang ini? Hari itu berbeda. Dia ada lagi, tapi duduk tepat di depanku. Untuk pertama kalinya, aku melihatnya dengan jelas. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun jatuh tepat di wajahnya. Ku lihat diam-diam,   ia tersenyum seseka...

Dia, Kakakku yang Hebat!

  “Di balik lelah yang tak pernah ia keluhkan, seorang kakak mengubah air mata adiknya menjadi senyuman.” Satu tahun berlalu, setelah siaran berita yang muncul di televisi berhasil merampas segenap canda tawa dalam keluarga kecil itu. Rutinitas berubah. Harapan pun kian bertambah. Tidak ada waktu untuk mengeluh, apalagi mengatakan, bahwa “Aku tidak sanggup. Aku ingin menyerah.” Kata-kata itu terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Inilah kenyataan. Inilah takdir yang harus Grissa terima, tanpa perlu pertanyaan siap atau tidaknya.  Grissa. Seorang Kakak dalam hidup keluarga kecil, yang setiap napasnya adalah harapan bagi Adik dan Neneknya. Peran ganda yang harus dipikulnya saat ini adalah sebuah kewajiban. Begitulah cara Grissa memaknainya.  Setiap hari saat hari terus berganti, ia harus bangun lebih awal dan pulang paling akhir. Ia harus belajar, itulah kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Ia juga harus bekerja, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang kakak yang...

Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat batch 2 oleh komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM

  Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Batch 2 yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan pusat kegiatan di Masjid Baitur Rahman dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Bakti Sosial Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan, sebagai bentuk komitmen MANDHÂLÂ SÈNOM dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh 46 relawan Komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM, 4 relawan dari Cahaya Ummat, serta didukung oleh 4 panitia lokal yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kegiatan bersih-bersih masjid, yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan. Setelah itu, M...