Langsung ke konten utama

Ruang Belajar Relawan Mandhala Senom Belajar Desain di Era AI: Saat Kreativitas Tetap Menjadi Kunci

Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti, termasuk bagi para relawan yang setiap hari berkontribusi melalui ide, karya, dan kreativitasnya. Berangkat dari semangat untuk terus berkembang, Mandhala Senom melalui Divisi Digital Creative Mandhala Senom (DCMS) mengadakan kegiatan Upgrading Design: Basic Design and How Utilize AI as Your Design Partner pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Toko Balada: Kopi dan Buku.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi relawan untuk memahami dasar-dasar desain sekaligus mengenal cara memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif. Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari anggota internal DCMS. Sebanyak 18 relawan Mandhala Senom turut mengikuti kegiatan ini, dengan 8 peserta berasal dari internal DCMS dan sisanya berasal dari berbagai divisi lain di Mandhala Senom.

Sesi pertama disampaikan oleh Aisya yang membahas mengenai dasar-dasar desain. Materi diawali dengan penjelasan mengenai perbedaan antara seni dan desain, serta bagaimana desain hadir bukan hanya untuk menciptakan sesuatu yang menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens.

Aisya menekankan pentingnya memahami beberapa elemen dasar dalam desain, seperti komposisi warna, pemilihan font, hierarki informasi, layouting, hingga readability atau keterbacaan. Menurutnya, desain yang baik tidak hanya terlihat indah, tetapi juga mudah dipahami oleh orang yang melihatnya. Selain itu, Aisya juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi visual dalam sebuah organisasi atau komunitas. Konsistensi desain melalui penggunaan warna, tipografi, dan gaya visual yang seragam dapat membantu membangun identitas yang kuat sekaligus memudahkan audiens mengenali karakter sebuah organisasi. 

“Usahakan membuat desain dengan model yang konsisten (brand identity) dan mudah dibaca (readability),” jelasnya.

Suasana kegiatan semakin hidup karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan. Beberapa peserta yang masih tergolong pemula dalam dunia desain memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami berbagai konsep dasar yang sering kali luput diperhatikan ketika membuat konten visual.

Pada sesi berikutnya, Zati mengajak peserta untuk mengenal pemanfaatan AI dalam proses desain. Materi ini membahas bagaimana ChatGPT dapat dihubungkan dengan Canva untuk membantu menghasilkan ide, konsep, maupun rancangan awal desain. Peserta juga diperkenalkan pada cara menyusun prompt yang baik agar AI dapat memberikan hasil yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Tidak hanya menjelaskan potensi AI, Zati juga membahas berbagai kendala yang mungkin muncul, termasuk ketika ChatGPT tidak dapat terhubung dengan Canva. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk memahami bahwa AI bukanlah solusi yang dapat menggantikan seluruh proses kreatif manusia.

“AI itu hanya partner. Kalau bisa gunakan ketika diperlukan saja dan jangan menjadikannya alat utama,” ungkap Zati saat sesi diskusi berlangsung.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas tetap berasal dari manusia. AI dapat membantu mempercepat proses kerja, mencari inspirasi, atau menghasilkan konsep awal, tetapi sentuhan manusia tetap menjadi faktor utama yang menentukan kualitas sebuah karya. Oleh karena itu, peserta juga didorong untuk tetap memberikan penyesuaian dan polesan manual pada desain yang dihasilkan dengan bantuan AI.

Tidak terasa, lebih dari satu jam kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Berbagai pertanyaan, diskusi, dan pengalaman yang dibagikan peserta membuat suasana belajar terasa ringan sekaligus menyenangkan. Sebagai penutup, seluruh peserta diberikan tantangan untuk mencoba mendesain menggunakan bantuan ChatGPT dengan prompt yang mereka susun sendiri. Hasil yang diperoleh kemudian kembali diedit dan disempurnakan secara manual menggunakan Canva. Tantangan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk langsung mempraktikkan materi yang telah dipelajari selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan upgrading ini, Mandhala Senom kembali menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas relawan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kemampuan desain dan pemanfaatan AI bukan hanya menjadi keterampilan tambahan, tetapi juga bekal penting untuk mendukung penyebaran pesan-pesan kebaikan yang selama ini diperjuangkan bersama. Sebab, relawan yang terus belajar adalah relawan yang mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi lingkungan sekitarnya.

Penulis: Ahmad Nadif Muhlisin | Relawan MS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEDUH ITU KAMU

  Chapter 1: Terperangkap Di hari minggu kala itu, niatku sederhana. Aku hanya ingin datang ke kegiatan review buku komunitasku di pusat kota. Seperti biasa, kami berkumpul tepat di bawah pepohonan yang sangat indah, teduh, dan selalu berhasil membuat siapa pun betah berlama-lama. Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun hingga terdengar seperti bisikan halus. Beberapa teman sudah duduk melingkar di atas tikar, buku-buku terbuka di pangkuan mereka. Aku datang tanpa ekspektasi apa pun, hanya ingin mendengar cerita-cerita baru dari halaman-halaman yang dibaca hari itu. Aku pernah melihatnya sebelumnya. Hanya sekilas, tidak sempat kuingat detailnya, hanya samar-samar tentang senyumnya. Namun membuatku bertanya-tanya, siapakah orang ini? Hari itu berbeda. Dia ada lagi, tapi duduk tepat di depanku. Untuk pertama kalinya, aku melihatnya dengan jelas. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun jatuh tepat di wajahnya. Ku lihat diam-diam,   ia tersenyum seseka...

Dia, Kakakku yang Hebat!

  “Di balik lelah yang tak pernah ia keluhkan, seorang kakak mengubah air mata adiknya menjadi senyuman.” Satu tahun berlalu, setelah siaran berita yang muncul di televisi berhasil merampas segenap canda tawa dalam keluarga kecil itu. Rutinitas berubah. Harapan pun kian bertambah. Tidak ada waktu untuk mengeluh, apalagi mengatakan, bahwa “Aku tidak sanggup. Aku ingin menyerah.” Kata-kata itu terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Inilah kenyataan. Inilah takdir yang harus Grissa terima, tanpa perlu pertanyaan siap atau tidaknya.  Grissa. Seorang Kakak dalam hidup keluarga kecil, yang setiap napasnya adalah harapan bagi Adik dan Neneknya. Peran ganda yang harus dipikulnya saat ini adalah sebuah kewajiban. Begitulah cara Grissa memaknainya.  Setiap hari saat hari terus berganti, ia harus bangun lebih awal dan pulang paling akhir. Ia harus belajar, itulah kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Ia juga harus bekerja, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang kakak yang...

Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat batch 2 oleh komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM

  Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Batch 2 yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan pusat kegiatan di Masjid Baitur Rahman dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Bakti Sosial Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan, sebagai bentuk komitmen MANDHÂLÂ SÈNOM dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh 46 relawan Komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM, 4 relawan dari Cahaya Ummat, serta didukung oleh 4 panitia lokal yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kegiatan bersih-bersih masjid, yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan. Setelah itu, M...