Pernahkah kalian berpikir kenapa kita harus kembali dan terhubung ke Alam?
Belum lama ini Mandhala senom kembali mengadakan moment keakraban dan membangun hubungan yang lebih intens dengan sesama relawan lain dalam kegiatan camping. Mandhala Senom mengadakan camping di salah satu puncak tinggi di Madura, lebih tepatnya di daerah Waru, Pamekasan. Relawan melakukan kegiatan bersama-sama mulai dari pendakian, membangun tenda, memasak bersama, saling berbagi cerita di dekat api unggun dan menunggu matahari terbit. Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat seperti jalan-jalan biasa. Namun, setelah dijalani, ada satu hal yang cukup terasa: ternyata kita memang butuh waktu untuk kembali dekat dengan alam.
Mungkin tidak banyak orang sadar bahwa aktivitas sehari-hari bertemu banyak orang, melakukan berbagai tugas, bermain media sosial, tertekan dengan banyak target hidup membuat kita sering kali kewalahan menghadapi kehidupan serta rentan sekali mengalami stres. Camping ini membantu kita kembali lebih dekat ke alam dan membantu menstabilkan kesehatan mental.Beberapa hal yang ingin dibagikan, pertama kenalan dengan istilah grounding. Momentum camping ini bisa kita jadikan sarana untuk melakukan grounding. Grounding itu sederhananya mengembalikan perhatian pada pengalaman yang sedang terjadi saat ini seperti apa yang kita lihat, dengar, cium, sentuh, dan rasakan.
Hidup yang penuh tantangan dan tekanan membuat kita selalu khawatir tentang masa depan dan tekanan pekerjaan harian yang dilakukan sehingga kita tidak benar -benar menikmati apa yang kita lakukan hari ini. Sebenarnya konsepnya mirip-mirip seperti mindfulness tetapi grounding lebih terasa saat terhubung dengan alam.
Grounding yang paling mudah dilakukan adalah melepas alas kaki dan berjalan langsung di atas tanah, pasir , bebatuan dan kerikil-kerikil kecil ataupun di atas rumput dengan sentuhan embun pagi. Saat mendaki, perhatian kita tidak lagi terus tertuju pada isi kepala. Kita mulai memberikan perhatian pada jalan yang dilalui, udara sejuk yang dihirup, dan suguhan pemandangan indah yang terlihat dari ketinggian. Hal itu memunculkan perasaan awe atau kagum, dalam psikologi perasaan awe itu berbeda dari sekedar rasa bahagia atau senang.
Menurut Dacher Keltner psikolog sosial asal amerika, ia menyebutkan bahwa rasa kagum membuat seseorang lebih rendah hati dan kembali pada makna. Nah ini relevan sekali ketika melihat matahari terbit, bulan purnama atau taburan bintang -bintang indah di langit yang memunculkan rasa kagum — membuat kita lebih rilex dan memunculkan pemaknaan terhadap diri sendiri. Kamu belum percaya dengan statement ini? coba rasakanlah sendiri —tatap langit malam dan lihat indahnya taburan bintang di langit pada malam-malam campingmu dan rasakanlah suasana di hatimu.
Hal-hal sederhana seperti itu sering kali membuat pikiran terasa lebih ringan. Bukan karena masalah hidup yang menghilang, tetapi karena kita masih diberikan kesempatan untuk berhenti sejenak dari berbagai hal yang memenuhi isi kepala.
Menghabiskan waktu di alam membantu kita menurunkan tingkat stres dan memperbaiki suasana hati.
Kedua, hal menarik yang harus kamu ketahui ialah manfaat ketika melakukan perjalan di alam. Hal ini tidak hanya berefek pada diri sendiri tetapi terhadap hubungan sosial dengan orang lain. Ketika berada di alam, hubungan dengan orang lain juga sering terasa lebih dekat. Banyak orang yang awalnya sibuk pada urusan masing-masing kemudian intensitas kesibukan menurun dan lebih bisa akrab membangun hubungan dengan orang lain, tidak ada tuntutan untuk terlihat sempurna, dan tidak banyak distraksi. Yang ada hanyalah kebersamaan dan rasa lebih dekat satu sama lain dengan teman-teman atau keluarga dalam moment perjalanan di alam.
Saat camping kemarin misalnya, ada yang saling menunggu dan menemani satu sama lain saat mendaki, ada yang membantu menyiapkan makanan, ada yang membuat kopi, dan saling berbincang dengan teman hingga larut malam. Aktivitas sederhana itu mungkin terlihat biasa, tetapi dari situlah rasa kebersamaan tumbuh.
Psikolog Carol Ryff menyebut bahwa salah satu tanda kesejahteraan psikologis adalah memiliki hubungan yang positif dengan orang lain. Artinya, kesehatan mental bukan hanya soal bagaimana kita mengelola diri sendiri, tetapi juga bagaimana kita terhubung dengan lingkungan sekitar dan juga orang lain . Alam sering menjadi tempat yang baik untuk membangun hubungan tersebut karena suasananya membuat orang lebih mudah hadir, mendengar, dan saling memahami.
Dalam proses perjalanan di alam, tidak ada status jabatan, tidak ada pencapaian yang harus dipamerkan, dan tidak ada tuntutan untuk terlibat sempurna. Yang ada hanyalah manusia-manusia yang berjalan bersama, saling membantu, saling memahami dan mendengarkan. Mungkin itu sebabnya banyak orang merasa lebih tenang setelah menghabiskan waktu di alam. Bukan hanya karena udaranya lebih segar atau pemandangannya lebih indah, tetapi karena alam membantu kita melambatkan ritme hidup yang awalnya penuh dengan kesibukan. Alam mengingatkan bahwa tidak semua hal harus dikejar dengan terburu-buru. Kadang kita hanya perlu berhenti sejenak, menarik napas, melihat sekitar, dan menikmati apa yang sedang ada di hadapan kita.
Camping relawan Mandhala Senom kemarin mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun pelajarannya cukup sederhana dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. Sesekali, kita perlu menjauh dari keramaian, kembali ke alam, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk benar-benar hadir pada momen yang sedang kita jalani pada saat ini.
Komentar
Posting Komentar