Langsung ke konten utama

From Shoot to Edit: Tingkatkan Keterampilan Relawan dalam Produksi Konten dan Editing Video

 Ahad, 3 Agustus 2026, Divisi Digital Creative Mandhala Senom (DCMS) kembali mengadakan kegiatan upgrading relawan bertajuk “Upgrading DCMS: From Shoot to Edit”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hooki Cafe dan diikuti oleh sekitar 30 relawan Mandhala Senom. Kegiatan upgrading kali ini berfokus pada peningkatan keterampilan relawan dalam proses produksi hingga penyuntingan video, khususnya untuk mendukung kebutuhan dokumentasi dan konten media sosial Mandhala Senom. Materi disampaikan oleh Fiqi Syarif selaku pemateri pada kegiatan upgrading.

Terdapat dua sesi dalam upgrading kali ini, dimana sesi pertama adalah penyampaian materi, Peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar pengambilan video, mulai dari teknik pengambilan video hingga pemilihan angle yang tepat untuk menghasilkan visual yang lebih menarik. Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai tips dalam melakukan editing menggunakan aplikasi CapCut, termasuk pengenalan sejumlah fitur yang dapat membantu mempercepat dan mempermudah proses penyuntingan video.

Setelah penyampaian materi berlangsung secara interaktif dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri, terutama ketika memasuki sesi praktik. Peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga aktif berdiskusi dan mencoba secara langsung berbagai teknik yang telah disampaikan dan dipelajari.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik editing video. Tim DCMS telah menyiapkan bahan video yang akan digunakan oleh para peserta untuk mengaplikasikan materi yang telah dipelajari. Peserta ditantang untuk mengolah bahan tersebut menjadi sebuah video yang menarik dan kreatif. Dari hasil praktik tersebut, Kak Lukman terpilih menjadi peserta dengan hasil editing terbaik. Sebagai bentuk apresiasi, Lukman mendapatkan hadiah berupa CapCut Premium selama satu bulan. Selain itu, video hasil karyanya juga berkesempatan untuk dipublikasikan melalui akun media sosial resmi Mandhala Senom.

Melalui kegiatan “From Shoot to Edit”, DCMS berharap para relawan dapat semakin percaya diri dan terampil dalam menghasilkan konten visual yang kreatif, informatif, dan relevan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat mendukung peran relawan dalam mendokumentasikan berbagai aktivitas serta memperkuat penyebaran nilai dan kegiatan Mandhala Senom melalui media digital. Bagi DCMS, upgrading bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi juga menjadi ruang bagi para relawan untuk bertumbuh, berkolaborasi, dan meningkatkan kualitas kontribusi melalui kreativitas digital.

Informasi Kegiatan: Instagram Mandhala Senom

Pemenang konten video terbaik: Kak Lukman

MANDHÂLÂ SÈNOM

Oleh: Kak Nadif | Relawan MS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEDUH ITU KAMU

  Chapter 1: Terperangkap Di hari minggu kala itu, niatku sederhana. Aku hanya ingin datang ke kegiatan review buku komunitasku di pusat kota. Seperti biasa, kami berkumpul tepat di bawah pepohonan yang sangat indah, teduh, dan selalu berhasil membuat siapa pun betah berlama-lama. Angin pagi berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun hingga terdengar seperti bisikan halus. Beberapa teman sudah duduk melingkar di atas tikar, buku-buku terbuka di pangkuan mereka. Aku datang tanpa ekspektasi apa pun, hanya ingin mendengar cerita-cerita baru dari halaman-halaman yang dibaca hari itu. Aku pernah melihatnya sebelumnya. Hanya sekilas, tidak sempat kuingat detailnya, hanya samar-samar tentang senyumnya. Namun membuatku bertanya-tanya, siapakah orang ini? Hari itu berbeda. Dia ada lagi, tapi duduk tepat di depanku. Untuk pertama kalinya, aku melihatnya dengan jelas. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun jatuh tepat di wajahnya. Ku lihat diam-diam,   ia tersenyum seseka...

Dia, Kakakku yang Hebat!

  “Di balik lelah yang tak pernah ia keluhkan, seorang kakak mengubah air mata adiknya menjadi senyuman.” Satu tahun berlalu, setelah siaran berita yang muncul di televisi berhasil merampas segenap canda tawa dalam keluarga kecil itu. Rutinitas berubah. Harapan pun kian bertambah. Tidak ada waktu untuk mengeluh, apalagi mengatakan, bahwa “Aku tidak sanggup. Aku ingin menyerah.” Kata-kata itu terdengar tidak pantas untuk diucapkan. Inilah kenyataan. Inilah takdir yang harus Grissa terima, tanpa perlu pertanyaan siap atau tidaknya.  Grissa. Seorang Kakak dalam hidup keluarga kecil, yang setiap napasnya adalah harapan bagi Adik dan Neneknya. Peran ganda yang harus dipikulnya saat ini adalah sebuah kewajiban. Begitulah cara Grissa memaknainya.  Setiap hari saat hari terus berganti, ia harus bangun lebih awal dan pulang paling akhir. Ia harus belajar, itulah kewajibannya sebagai seorang mahasiswa. Ia juga harus bekerja, karena itu adalah kewajibannya sebagai seorang kakak yang...

Kegiatan Bakti Sosial dan Pengabdian Masyarakat batch 2 oleh komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM

  Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, Komunitas relawan MANDHÂLÂ SÈNOM telah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial Batch 2 yang bertempat di Desa Tanjung, Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan, dengan pusat kegiatan di Masjid Baitur Rahman dan lingkungan sekitar desa. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari Bakti Sosial Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan, sebagai bentuk komitmen MANDHÂLÂ SÈNOM dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok yang membutuhkan. Kegiatan ini diikuti oleh 46 relawan Komunitas MANDHÂLÂ SÈNOM, 4 relawan dari Cahaya Ummat, serta didukung oleh 4 panitia lokal yang turut membantu kelancaran seluruh rangkaian acara. Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan kegiatan bersih-bersih masjid, yang dilakukan secara gotong royong oleh para relawan bersama masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, nyaman, dan layak digunakan. Setelah itu, M...