PAMEKASAN — Sebanyak 68 peserta mengikuti pelatihan kepenulisan “Aku Bercerita” bertema “Satu Pena, Seribu Cerita untuk Anak Indonesia” yang digelar di Basement Hotel Cahaya Berlian, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang menghadirkan penulis sekaligus mentor kelas menulis Amiris Sholehah, S.Pd. sebagai narasumber yang kami hadirkan.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung dan pendampingan berkelanjutan. Peserta mendapatkan materi kepenulisan, sesi diskusi, praktik menulis, serta mentoring online sebagai tindak lanjut untuk mengembangkan karya mereka. Pelatihan kepenulisan ini menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan menulis sekaligus menghasilkan karya yang berpotensi dipublikasikan.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh pembawa acara. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, perwakilan Yayasan Mandhâla Sènom, serta Ketua Dinas Perpustakaan.
Sebelum memasuki sesi utama, seluruh peserta mengikuti pembacaan doa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Amiris Sholehah, S.Pd. yang akrab dipanggil kak Ami. Dalam penyampaian materinya, Kak Ami mengajak peserta untuk tidak hanya memandang menulis sebagai aktivitas menuangkan kata-kata, tetapi juga sebagai proses menyampaikan gagasan dan cerita yang memiliki makna.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan mengenai proses menemukan ide, mengembangkan cerita, hingga menuangkan gagasan menjadi sebuah tulisan.
Antusiasme peserta semakin terlihat ketika kegiatan memasuki sesi praktik. Setelah mendapatkan materi dan arahan dari pemateri, peserta diminta membuat tulisan secara langsung di tempat. Praktik tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan materi yang telah diperoleh. Peserta mulai mengembangkan ide masing-masing menjadi sebuah tulisan yang kemudian dikumpulkan melalui tautan pengumpulan tugas yang telah disediakan oleh panitia.
Setelah seluruh peserta mengumpulkan tulisan sementara, panitia menyampaikan informasi mengenai tindak lanjut kegiatan. Peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti sesi mentoring kepenulisan. Mentoring akan dilaksanakan secara daring sebagai ruang bagi peserta untuk mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan karya peserta. Dengan demikian, proses kepenulisan yang telah dimulai dalam pelatihan tatap muka dapat terus berlanjut.
Selain mendapatkan pendampingan, peserta juga memperoleh sejumlah benefit, antara lain sertifikat kepenulisan, kesempatan bagi tulisan terpilih untuk dibukukan, pendampingan kepenulisan, stiker, gantungan kunci, notebook, dan pulpen. Kesempatan untuk membukukan tulisan terpilih menjadi salah satu bagian yang diharapkan dapat memberikan motivasi bagi peserta untuk menyelesaikan dan memperbaiki karya mereka.
Menjelang akhir kegiatan, panitia memberikan apresiasi kepada peserta yang menunjukkan keaktifan selama mengikuti rangkaian kegiatan. Penutupan dilakukan secara simbolis melalui penyerahan cinderamata serta hadiah kepada peserta teraktif.
Apresiasi tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas antusiasme dan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Kegiatan yang diikuti oleh 68 peserta ini diharapkan tidak hanya menghasilkan tulisan sebagai produk akhir, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan budaya literasi masyarakat.
Melalui tema “Satu Pena, Seribu Cerita untuk Anak Indonesia”, kegiatan ini membawa pesan bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak untuk disampaikan. Dari satu pena, diharapkan lahir banyak cerita, dari banyak cerita, tumbuh budaya literasi dan dari budaya literasi, lahir generasi yang mampu membaca, berpikir, serta berkarya.
By. Relawan Mandhâla Sènom | Berita Kegiatan
Komentar
Posting Komentar