Langsung ke konten utama

Postingan

Skill Up Project 2026 Batch 1: Asah Potensi, Keterampilan, dan Karakter Generasi Muda Pamekasan

(Foto Dokumentasi Kegiatan) Pamekasan — Skill Lab Junior by Mandhâlâ Sènom menggelar Skill Up Project 2026 Batch 1, program edukasi intensif yang dilaksanakan selama enam hari pada 29 Juni – 4 Juli 2026 bagi siswa Sekolah Dasar akhir hingga Sekolah Menengah Pertama. Program ini memadukan pembelajaran karakter Islami, pengenalan potensi diri, dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Acara dibuka Senin, 29 Juni 2026, dihadiri Ketua Yayasan Mandhâlâ Sènom; Sajjad, S.Pd., M.M.Pd., serta Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan; Kusairi, SIP, MM. Selama enam hari, peserta mengikuti lima materi utama, antara lain Aqidah Akhlak, Kewirausahaan, Food Photography, Desain Grafis, dan Public Speaking, yang dirancang saling berkesinambungan agar peserta mampu mengolah ide, bekerja sama, dan mempresentasikan karya nyata. Hari pertama diisi materi aqidah akhlak bersama maestro Marietta Annisa Wahdini bertema "Aku adalah Ciptaan Allah yang Memiliki Pote...
Postingan terbaru

"Ketika Anak muda Berbicara Tentang Democratic Backsliding"

Tiba-tiba Membahas. Mandhala Senom X Fasyimora Duta Syariah UIN Madura. Pamekasan, 21 Juni 2026 Kampung Pendidikan Mandhala Senom mengadakan Program Tiba-Tiba Membahas dengan isu “Democratic Backsliding” berkolaborasi dengan Fasyimora Duta Syariah UIN Madura. Program ini merupakan program rutinan yang diselenggarakan oleh Mandhala Senom di tiap akhir pekan. Pada pelaksanaan TBM kali ini cukup special karena dilakukan di halaman belakang Kampung Pendidikan Mandhala Senom. Dimana biasanya dilaksanakan di Alun-Alun Arek Lancor Pamekasan. Democratic backsliding (kemunduran demokrasi) adalah proses pelemahan atau pengikisan institusi, norma, dan proses demokrasi secara bertahap. Fenomena ini biasanya dilakukan secara legal dari dalam sistem oleh aktor politik yang sah seperti pejabat eksekutif atau legislatif yang pada akhirnya mengarah pada sistem yang lebih otoriter, Secara konsep, pembalikan arah dari kemunduran demokrasi ini sering disebut sebagai democratic turnaround , kebangkitan de...

Ruang Belajar Relawan Mandhala Senom Belajar Desain di Era AI: Saat Kreativitas Tetap Menjadi Kunci

Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti, termasuk bagi para relawan yang setiap hari berkontribusi melalui ide, karya, dan kreativitasnya. Berangkat dari semangat untuk terus berkembang, Mandhala Senom melalui Divisi Digital Creative Mandhala Senom (DCMS) mengadakan kegiatan Upgrading Design : Basic Design and How Utilize AI as Your Design Partner pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Toko Balada: Kopi dan Buku. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi relawan untuk memahami dasar-dasar desain sekaligus mengenal cara memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif. Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari anggota internal DCMS. Sebanyak 18 relawan Mandhala Senom turut mengikuti kegiatan ini, dengan 8 peserta berasal dari internal DCMS dan sisanya berasal dari berbagai divisi lain di Mandhala Senom. Sesi pertama disampaikan oleh Aisya yang membahas mengenai dasar-dasar desain. Materi diawali dengan penjelasan mengenai perbedaan antara seni dan ...

Camping Ceria Mandhala Senom: Belajar Terhubung Kembali dengan Alam

P ernahkah kalian berpikir kenapa kita harus kembali dan terhubung ke Alam? Belum lama ini Mandhala senom kembali mengadakan moment keakraban dan membangun hubungan yang lebih intens dengan sesama relawan lain dalam kegiatan camping. Mandhala Senom mengadakan camping di salah satu puncak tinggi di Madura, lebih tepatnya di daerah Waru, Pamekasan. Relawan melakukan kegiatan bersama-sama mulai dari pendakian, membangun tenda, memasak bersama, saling berbagi cerita di dekat api unggun dan menunggu matahari terbit.  Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat seperti jalan-jalan biasa. Namun, setelah dijalani, ada satu hal yang cukup terasa: ternyata kita memang butuh waktu untuk kembali dekat dengan alam. Mungkin tidak banyak orang sadar bahwa aktivitas sehari-hari bertemu banyak orang, melakukan berbagai tugas, bermain media sosial, tertekan dengan banyak target hidup membuat kita sering kali kewalahan menghadapi kehidupan serta rentan sekali mengalami stres. Camping ini membantu kita kemb...

Ruang Aman untuk Bertumbuh: Mengapa Kita Perlu Berhenti Menjadi "Polisi Bahasa”

Pasti sudah tidak asing, dan mungkin bukan hanya penulis yang pernah mengalami hal ini. Sering sekali seseorang ditegur oleh orang lain atau teman karena salah menyebutkan kosakata dalam bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Hal yang paling sering dijumpai  adanya “polisi grammar” dan “polisi pronunciation”.  Misalnya , pengucapan kata beat sama bit yang dari susunan hurufnya saja hampir mirip, atau semisal ada merek yang bacaannya dalam serapan bahasa asing tapi dilafalkan dengan lafal Indonesia. Menurutku, sebagai orang Indonesia yang dari kecil terbiasa dengan bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah sebagai bahasa utama,  lidah keseleo saat mengucapkan kata-kata tertentu itu hal yang wajar. Kadang seseorang sebenarnya sudah sadar kalau dia salah mengucapkan sebuah kata, tapi belum sempat memperbaiki, tiba-tiba sudah dibombardir koreksi dari berbagai arah. Yang menjadi problem sebenarnya bukan koreksinya, tapi bagaimana cara orang tersebut mengoreksi atau mengkritik y...

Meneladani Kisah Umar bin Khattab Terhadap Kepemimpinan Amr bin Ash

  Halo-halo, ketemu lagi dengan saya Nouval. Hem, akhir-akhir ini saya sering merenung terhadap kondisi negara, komunitas, keluarga, maupun teman-teman dekat saya. Diantara mereka, pasti ada sosok yang dirasa pantas untuk menjadi pemimpin karena bijak, pandai, dan berwibawa. Eits, tapi meski begitu kadang ada orang yang tidak suka dengannya bahkan sampai melakukan tindakan tidak terpuji misalkan bertengkar atau bahkan menyebarkan fitnah. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada loh salah satu kisah yang sangat luar biasa maknanya dan harus kita teladani agar terhindar dari tindakan tidak terpuji tersebut. Kisah ini melibatkan Umar bin Khattab dengan Amr bin Ash. Yuk disimak tulisan ini 🙂 . Amr bin Ash, sahabat nabi yang baru masuk islam Pada saat itu, umat Islam akan berperang dengan salah satu suku Arab yang pada dasarnya akan menyerang Madinah. Rasulullah SAW membentuk pasukan yang didalamnya terdapat beberapa sahabat lain seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali ...

Sujud dan Kesombongan, Sudahkah Kita Memaknainya?

Sudah lama saya tidak menulis untuk blog Mandhala Senom karena bingung apa yang mau dibahas. Nah, sebenernya tulisan ini adalah penjelasan lanjut dari postingan saya di twitter pada 6 Septemberm2019 lalu Maaf ya kalau bahasanya terkesan kasar atau bernada arogan, tapi mari kita coba bedah postingan tersebut. Makna Kesombongan dan Batasannya Menurut teman-teman, sombong itu apa? Apakah yang secara terang-terangan bilang ”Ah, kamu nggak ada apa-apanya ketimbang aku!” atau ”Gini aja? Easy peasy nggak sih?”. Eits, nyatanya ada loh yang ngak terang-terangan ngungkapin namun masuk ke sombong. Menurut KBBI, sombong adalah menghargai diri secara berlebihan;congkak; pongah. Menurut Imam Al-Gazali yang dikutip dari laman berikut , sombong adalah sifat seseorang yang memandang orang lain hina, hanya dia yang mulia dan mempunyai kebesaran. Berdasarkan 2 definisi tersebut, sombong dijelaskan hanya secara pengertiannya saja tidak mencangkup cara untuk mengungkapkannya, apakah terang-terangan ata...