Pasti sudah tidak asing, dan mungkin bukan hanya penulis yang pernah mengalami hal ini. Sering sekali seseorang ditegur oleh orang lain atau teman karena salah menyebutkan kosakata dalam bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Hal yang paling sering dijumpai adanya “polisi grammar” dan “polisi pronunciation”. Misalnya , pengucapan kata beat sama bit yang dari susunan hurufnya saja hampir mirip, atau semisal ada merek yang bacaannya dalam serapan bahasa asing tapi dilafalkan dengan lafal Indonesia. Menurutku, sebagai orang Indonesia yang dari kecil terbiasa dengan bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah sebagai bahasa utama, lidah keseleo saat mengucapkan kata-kata tertentu itu hal yang wajar. Kadang seseorang sebenarnya sudah sadar kalau dia salah mengucapkan sebuah kata, tapi belum sempat memperbaiki, tiba-tiba sudah dibombardir koreksi dari berbagai arah. Yang menjadi problem sebenarnya bukan koreksinya, tapi bagaimana cara orang tersebut mengoreksi atau mengkritik y...
Website MANDHÂLÂ SÈNOM merupakan ruang berbagi cerita, gagasan, dan aksi. Melalui laman ini, kami menghadirkan berbagai tulisan mulai dari berita kegiatan, artikel argumentatif, esai reflektif, puisi, hingga cerpen. Website ini menjadi wadah ekspresi relawan sekaligus dokumentasi perjalanan MANDHÂLÂ SÈNOM dalam bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan kemanusiaan sebagai upaya menumbuhkan kepedulian, kreativitas, dan semangat berbagi manfaat.