Langsung ke konten utama

Postingan

PENDIDIKAN TIDAK HANYA SEKEDAR………

Kalau pendidikan tidak menjamin pekerjaan, Apakah artinya pendidikan tidak berguna? Pendidikan bukan dibuat untuk menjamin hasil, tapi untuk membentuk cara berrpikir agar kita mampu membuat hasil itu terjadi. Pendidikan bukan produk tapi proses pembentukan diri. Nilai pendidikan tidak terletak pada gelarnya, melainkan pada perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang yaitu dengan Hasil akhir mungkin tidak langsung terlihat, tapi dampaknya bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Di kampus yang diajarkan bukan jawaban tapi kerangka berpikir. Seperti yang terdapat dalam buku “Makanya mikir” tools berfikir berguna sebagai referensi untuk membuat keputusan yang sehat antara lain; mental modal , kacamata yang kita pakai untuk melihat dan menafsirkan suatu masalah. Dan Frame work , berupa kerangka langkah-langkah atau struktur yang dipakai untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah yang dapat berupa SWOT, SMART Goals, PDCA (Plan, do, check dan act) atau 5W + 1H yang diajarkan pada pelajar...

Ambulanku

  Manakala kebanyakan orang sudah tertidur lelap, bapak sopir masih berkutat dengan pekerjaannya yang belum selesai itu. Terlebih yang diantar adalah orang yang sudah tiada. Benar. Dia adalah sopir ambulan. Orang yang sering terlibat dalam hal-hal darurat. Korban kecelakaan, pasien kritis, bahkan mengantar jenazah. Malam itu dia mendapat tugas mengantar jenazah ke rumah keluarganya. Karena rekan kerja berhalangan hari itu, dan pihak keluarga yang entah mengapa tidak ikut mengantar. Terpaksalah ia menjadi satu-satunya orang yang menemani jenazah tersebut. Dibilang takut, tentu saja iya. Tapi, karena ini bukan pertama kalinya berdua dengan jenazah, rasa takut sudah hampir tidak ada. Ditambah ini memang tuntutan pekerjaannya. Tidak seperti biasanya, di hari itu ada sesuatu yang berbeda. Ada sesuatu yang janggal. Hal-hal berbau mistis tersebut sudah menjadi makanannya sehari-hari. Contohnya seperti saat ini, ketika dia tiba-tiba mencium bau bunga melati dan mendengar suara seseorang me...

Novel Damar Kambang Angkat Tradisi dan Realitas Sosial Masyarakat Madura.

  Pamekasan | Setelah sukses pada acara kelas intensif kepenulisan Agustus kemarin, Mandhâlâ Sènom kembali gelar kegiatan lanjutannya bertajuk “Kilas budaya: Bedah buku  Damar Kambang karya Muna Masyari”. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Ronggosukowati pada Minggu (13/09) kemarin dan dihadiri 82 peserta dari berbagai kalangan. Pembahasan bedah buku berlangsung sejak pukul 08.00 hingga sekitar pukul 11.30 dengan rangkaian acara dimulai dari pemaparan penulis, ulasan dari dua pengulas, serta sesi diskusi bersama peserta. Dengan mengusung tema “Tirai Kusam Tradisi Pernikahan Madura dalam Perspektif Sastra”, Novel Damar Kambang menjadi pilihan untuk dibahas pada bedah buku kali ini, mengingat novel ini menjadikan tradisi sebagai bagian yang menjadi ruh di dalamnya, tidak hanya sebagai cerita dalam bentuk tulisan. Dalam pemaparannya, penulis menjelaskan Damar Kambang berarti lampu yang mengambang dan menjadi simbol harapan dalam kehidupan pernikahan. Tradisi tersebut pernah hidu...

Cara Menjadi Seorang Penulis

" Menulis bukan hanya soal memiliki ide , tetapi bagaimana mengembangkan ide tersebut menjadi cerita yang menarik, ” ujar Erika Octaviani P.A. Pernyataan tersebut sukses mengundang banyaknya tanggapan dari para teman-teman relawan yang hadir dalam kegiatan tersebut.      Kegiatan ini adalah program rutinan setiap minggu yang dikenal dengan TBM Mandhâlâ sènom. Namun yang menarik kali ini, karena dikemas dengan nama ‘Tiba-tiba Membahas’ yang topiknya adalah bagaimana menjadi seorang penulis oleh Erika Octaviani P.A. Menulis bagi sebagian orang menjadi rutinitas harian, bagi sebagian yang lain menjadi hal sulit untuk dilakukan. Kata ‘menulis’ dapat menjadi sebuah kata kerja yang paling membosankan bagi sebagian orang. Dan menarik bagi sebagian lainnya. Menulis juga dapat menjadi sebuah cara untuk healing , menuangkan pikiran, menjadi journal atau bahkan menjadi suatu pekerjaan. Mungkin kita harus mengenal lebih jauh tentang menulis. Kita mulai dengan “Bagaimana menuli...

From Shoot to Edit: Tingkatkan Keterampilan Relawan dalam Produksi Konten dan Editing Video

  Ahad, 3 Agustus 2026, Divisi Digital Creative Mandhala Senom (DCMS) kembali mengadakan kegiatan upgrading relawan bertajuk “ Upgrading DCMS: From Shoot to Edit ”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hooki Cafe dan diikuti oleh sekitar 30 relawan Mandhala Senom. Kegiatan upgrading kali ini berfokus pada peningkatan keterampilan relawan dalam proses produksi hingga penyuntingan video, khususnya untuk mendukung kebutuhan dokumentasi dan konten media sosial Mandhala Senom. Materi disampaikan oleh Fiqi Syarif selaku pemateri pada kegiatan upgrading . Terdapat dua sesi dalam upgrading kali ini, dimana sesi pertama adalah penyampaian materi, Peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar pengambilan video, mulai dari teknik pengambilan video hingga pemilihan angle yang tepat untuk menghasilkan visual yang lebih menarik. Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai tips dalam melakukan editing menggunakan aplikasi CapCut , termasuk pengenalan sejumlah fitur yang dapat membantu mempe...

Ikuti Pelatihan Kepenulisan ‘Aku Bercerita”, Dorong lahirnya karya untuk anak Indonesia

PAMEKASAN — Sebanyak 68 peserta mengikuti pelatihan kepenulisan “Aku Bercerita” bertema “Satu Pena, Seribu Cerita untuk Anak Indonesia” yang digelar di Basement Hotel Cahaya Berlian, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang menghadirkan penulis sekaligus mentor kelas menulis Amiris Sholehah, S.Pd. sebagai narasumber yang kami hadirkan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung dan pendampingan berkelanjutan. Peserta mendapatkan materi kepenulisan, sesi diskusi, praktik menulis, serta mentoring online sebagai tindak lanjut untuk mengembangkan karya mereka. Pelatihan kepenulisan ini menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan menulis sekaligus menghasilkan karya yang berpotensi dipublikasikan. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh pembawa acara. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, perwakilan Yayasan M a ndh â la S è nom, serta Ketua Dinas...

Skill Up Project 2026 Batch 1: Asah Potensi, Keterampilan, dan Karakter Generasi Muda Pamekasan

(Foto Dokumentasi Kegiatan) Pamekasan — Skill Lab Junior by Mandhâlâ Sènom menggelar Skill Up Project 2026 Batch 1, program edukasi intensif yang dilaksanakan selama enam hari pada 29 Juni – 4 Juli 2026 bagi siswa Sekolah Dasar akhir hingga Sekolah Menengah Pertama. Program ini memadukan pembelajaran karakter Islami, pengenalan potensi diri, dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Acara dibuka Senin, 29 Juni 2026, dihadiri Ketua Yayasan Mandhâlâ Sènom; Sajjad, S.Pd., M.M.Pd., serta Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pamekasan; Kusairi, SIP, MM. Selama enam hari, peserta mengikuti lima materi utama, antara lain Aqidah Akhlak, Kewirausahaan, Food Photography, Desain Grafis, dan Public Speaking, yang dirancang saling berkesinambungan agar peserta mampu mengolah ide, bekerja sama, dan mempresentasikan karya nyata. Hari pertama diisi materi aqidah akhlak bersama maestro Marietta Annisa Wahdini bertema "Aku adalah Ciptaan Allah yang Memiliki Pote...

"Ketika Anak muda Berbicara Tentang Democratic Backsliding"

Tiba-tiba Membahas. Mandhala Senom X Fasyimora Duta Syariah UIN Madura. Pamekasan, 21 Juni 2026 Kampung Pendidikan Mandhala Senom mengadakan Program Tiba-Tiba Membahas dengan isu “Democratic Backsliding” berkolaborasi dengan Fasyimora Duta Syariah UIN Madura. Program ini merupakan program rutinan yang diselenggarakan oleh Mandhala Senom di tiap akhir pekan. Pada pelaksanaan TBM kali ini cukup special karena dilakukan di halaman belakang Kampung Pendidikan Mandhala Senom. Dimana biasanya dilaksanakan di Alun-Alun Arek Lancor Pamekasan. Democratic backsliding (kemunduran demokrasi) adalah proses pelemahan atau pengikisan institusi, norma, dan proses demokrasi secara bertahap. Fenomena ini biasanya dilakukan secara legal dari dalam sistem oleh aktor politik yang sah seperti pejabat eksekutif atau legislatif yang pada akhirnya mengarah pada sistem yang lebih otoriter, Secara konsep, pembalikan arah dari kemunduran demokrasi ini sering disebut sebagai democratic turnaround , kebangkitan de...

Ruang Belajar Relawan Mandhala Senom Belajar Desain di Era AI: Saat Kreativitas Tetap Menjadi Kunci

Belajar merupakan proses yang tidak pernah berhenti, termasuk bagi para relawan yang setiap hari berkontribusi melalui ide, karya, dan kreativitasnya. Berangkat dari semangat untuk terus berkembang, Mandhala Senom melalui Divisi Digital Creative Mandhala Senom (DCMS) mengadakan kegiatan Upgrading Design : Basic Design and How Utilize AI as Your Design Partner pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Toko Balada: Kopi dan Buku. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi relawan untuk memahami dasar-dasar desain sekaligus mengenal cara memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif. Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari anggota internal DCMS. Sebanyak 18 relawan Mandhala Senom turut mengikuti kegiatan ini, dengan 8 peserta berasal dari internal DCMS dan sisanya berasal dari berbagai divisi lain di Mandhala Senom. Sesi pertama disampaikan oleh Aisya yang membahas mengenai dasar-dasar desain. Materi diawali dengan penjelasan mengenai perbedaan antara seni dan ...

Camping Ceria Mandhala Senom: Belajar Terhubung Kembali dengan Alam

P ernahkah kalian berpikir kenapa kita harus kembali dan terhubung ke Alam? Belum lama ini Mandhala senom kembali mengadakan moment keakraban dan membangun hubungan yang lebih intens dengan sesama relawan lain dalam kegiatan camping. Mandhala Senom mengadakan camping di salah satu puncak tinggi di Madura, lebih tepatnya di daerah Waru, Pamekasan. Relawan melakukan kegiatan bersama-sama mulai dari pendakian, membangun tenda, memasak bersama, saling berbagi cerita di dekat api unggun dan menunggu matahari terbit.  Sekilas kegiatan ini mungkin terlihat seperti jalan-jalan biasa. Namun, setelah dijalani, ada satu hal yang cukup terasa: ternyata kita memang butuh waktu untuk kembali dekat dengan alam. Mungkin tidak banyak orang sadar bahwa aktivitas sehari-hari bertemu banyak orang, melakukan berbagai tugas, bermain media sosial, tertekan dengan banyak target hidup membuat kita sering kali kewalahan menghadapi kehidupan serta rentan sekali mengalami stres. Camping ini membantu kita kemb...

Ruang Aman untuk Bertumbuh: Mengapa Kita Perlu Berhenti Menjadi "Polisi Bahasa”

Pasti sudah tidak asing, dan mungkin bukan hanya penulis yang pernah mengalami hal ini. Sering sekali seseorang ditegur oleh orang lain atau teman karena salah menyebutkan kosakata dalam bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Hal yang paling sering dijumpai  adanya “polisi grammar” dan “polisi pronunciation”.  Misalnya , pengucapan kata beat sama bit yang dari susunan hurufnya saja hampir mirip, atau semisal ada merek yang bacaannya dalam serapan bahasa asing tapi dilafalkan dengan lafal Indonesia. Menurutku, sebagai orang Indonesia yang dari kecil terbiasa dengan bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah sebagai bahasa utama,  lidah keseleo saat mengucapkan kata-kata tertentu itu hal yang wajar. Kadang seseorang sebenarnya sudah sadar kalau dia salah mengucapkan sebuah kata, tapi belum sempat memperbaiki, tiba-tiba sudah dibombardir koreksi dari berbagai arah. Yang menjadi problem sebenarnya bukan koreksinya, tapi bagaimana cara orang tersebut mengoreksi atau mengkritik y...